Minggu, 27 Desember 2015

Paskibra itu..

Setelah berabad-abad ga gua buka ni blog, setdah isinya sarang sarangan semua bedebu gile pas gua jilat ada rasa kangen gitu. *eakk. Nah sekarang gua mau share curhatan anak Paskibra yang bakal bikin terharu dan semangat pastinya. Isinya sesuai banget sama yang pernah gua alamin ini..:'v Yukk cussss.
.
.
.
Teruntuk Pelatihku yang Ku Sayang..
Aku masih sangat ingat, ketika masa-masa culun dalam kehidupanku, saat aku tidak bisa dikatakan sebagai siswa yang seutuhnya di sebuah sekolah baruku, aku yang masih baru belum tahu tentang jenjang pendidikan yang selanjutnya yang akan aku jalani dalam keseharianku. Namun aku bersama harapanku memiliki cara pandang yang optimis tentang masa depan kehidupanku di sekolah baruku.
Dalam pencarianku, saat itu aku dipertemukan dengan orang-orang yang seperti “menantang” matahari, orang-orang yang seperti bahagia selalu tegak berdiri, orang-orang yang selalu menginginkan melihat senja dengan kedua bola matanya yang mulai sayu. Aku selalu bertanya "Apakah mereka tidak pernah lelah ? bagaimana dengan kehidupan mereka yang lain ". Lalu setelahnya, aku diperlihatkan dengan pemandangan yang tidak seperti biasanya dari orang-orang itu, mereka berpenampilan seperti super hero yang bertopeng dan berkostum, mereka terlihat lebih bijaksana dan dalam hati aku berkata “Aduhai… gagah sekali”. Tidak lama aku berkesimpulan bahwa mereka adalah orang-orang yang pernah aku temui, aku melihat mereka dari cara berjalan dan melakukan gerakan “aneh”.
Entah terpaksa atau karena rela, entah karena ajakan atau karena kesadaran diri sendiri, aku memutuskan untuk mencari tahu banyak hal tentang apa yang mereka lakukan dan apa yang mereka cari, apa yang membuat mereka banyak mengorbankan waktu, tenaga dan materi bahkan mungkin mereka mengorbankan masa mudanya dari pergaulan yang menginginkan sebuah kebebasan. Ya, aku mulai menjadi bagian orang-orang itu.
Bosan dan lelah, adalah suatu kondisi saat aku mengawali penjelahanku. Aku belum terbiasanya dengan panas matahari yang dengan lahap membakar bagian tubuh terluarku, akupun belum terbiasa menghabiskan banyak waktuku dengan duduk mendengarkan dan melakukan gerakan-gerakan kaku, dan aku belum terbiasa “menghabiskan” uang jajanku untuk dunia yang baru ku jamah ini.
Namun, hari demi hari, rasa bosan dan lelah yang menjadi keluhan pertamaku, semua hal yang sempat membuatku “terpenjara”, sudah menjadi sahabat terbaik dalam keseharianku, aku mulai akrab dengan dunia yang sudah tidak baru ini, dan ketahuilah aku mulai tahu tentang banyak hal di tempat ini. Ya, ini adalah Ekstrakulikuler PASKIBRA yang memiliki tugas utama seperti namanya, mengibarkan sang dwi warna. Aku benar-benar menikmati perjalannya dan aku sangat bangga menjadi bagian terdepan mengawal merah putih. Aku bahagia dengan orang-orang luar biasa. Aku mulai mengerti tentang semuanya, tapi…
Pelatihku,
Aku bukanlah manusia yang tidak memiliki rasa lelah, kadang rasa lelah selalu membisiki tubuhku untuk berdiam diri barang sekejap saja, menghirup udara segar di bawah pepohonan rindang. Tapi kadang, kau selalu memaksaku untuk tetap tegak berdiri. Pelatihku, aku lelah.

Aku bukanlah manusia yang tidak memiliki keluarga, kadang keluargaku tidak sejalan denganku, bahkan mereka memaksaku untuk tidak melanjutkan kehidupan yang membuatku bahagia, akupun tidak bisa memaksakan kehendak diri pada orang-orang yang telah menyelamatkanku hidup di muka bumi ini. Tapi kadang, kau selalu memaksaku agar aku selalu ada.
Aku bukanlah manusia yang tidak memiliki teman, kadang teman-temanku rindu akan duduk bersama mengerjakan tugas yang katanya tugas kelompok, aku juga rindu saat aku banyak berbicara tentang kekonyolan dan ber selfie ria.
Namun tahukan ? aku tetap saja tidak bisa meninggalkan rumahku, PASKIBRA. Aku benar-benar terperangkap dengan dunia yang satu ini, sebuah dunia yang membuatku berbeda dengan orang-orang, sebuah dunia yang mengajarkan apa itu cinta pada tanah air, mengajarkan tentang kekeluargaan, kekompakan dan mengajarkan bagaimana hidup ber etika. Ya, aku senang dan bangga !
Tapi, pelatihku…
Jangan kau ajarkan aku tentang cara membenci
Jangan kau ajarkan aku untuk selalu menentang orang tuaku
Jangan kau ajarkan aku menjadi orang yang ambisius akan sebuah kemenangan

Aku adalah orang yang bisa saja menuruti semua perkataanmu, tapi aku tidak mau engkau dibenci karena mengajarkan hal yang sebenarnya aku benci. Pelatihku, aku menitipkan aku dan kehidupanku, silahkan perlakukan aku sebagaimana yang engkau mau, aku tahu engkau hendak menjadi aku anak yang baik, menjadikan sekolahku memiliki aroma semerbak harum, tapi jangan perlakukan aku dengan sisi buruk dan ketidak warasanmu.
Pelatihku,
Terimakasih atas didikan dan tempaan yang kau berikan, kau banyak berkorban untuk kehidupanku, begitupun dengan aku. Semoga jasamu tidak habis oleh waktu, sejarah akan mencatatat bahwa aku dan alamamaterku adalah prodak dari kehebatanmu. Dan maaf, jika selama ini aku banyak mengeluh dengan caramu memperlakukanku, maaf juga jika selama ini aku banyak merepotkan kehidupanmu. Terimakasih, semoga Tuhan Yang Maha Pemurah selalu melindungimu dan ku, semoga Tuhan Yang Maha Pengampun mengampuni dosamu dan ku. Aamiin.

Dariku yang selalu kau "Paksa", aku menyayangimu.
cc: @Anak_Paskibra

Udahan ya nangis nangissannya... sekarang gua mau kasih tau gua juga punya Pasukan Paskibra gua yang sangat gua cintai dan gua banggakan, yaitu SRIKANDI SAKTI yang berasal dari SMPN 03 CILEUNGSI. *muah. 

SRIKANDI SAKTI











Oke sedikit dulu cerita tentang pasukan gua, nanti gua bakal share lebih banyak lagi cerita gua tentang Srikandi di lain waktu.. See you^^




 

This Template Was Found On Elfrida Chania's Blog. Copyrights 2011.